Imajinasi " R i e s h o f a "

ekpresi karya dalam dunia maya

Perjalanan Ibadah Haji Tahun 2013 ( bagian 2 )

Posted by Aziz Purwanto pada 17 Maret 2014

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Kehangatan yang luar Biasa di kota Madinah

Kubah Makam Rosululloh dan Sahabat Abu Bakar As-Shidiq serta Umar Bin Khatab di komplek Masjid Nabawi

Kubah Makam Rosululloh dan Sahabat Abu Bakar As-Shidiq serta Umar Bin Khatab di komplek Masjid Nabawi

Mohon maaf saya sampaikan atas keterlambatan dalam tulisan tentang Perjalanan Ibadah Haji pada tahun 2013 Masehi /1434 Hijriyah (bagian 2), hal ini dikarenakan karena adanya berbagai aktifitas yang menyebabkan belum sempat untuk menulis lanjutan tulisan terdahulu. Pada tulisan ini saya akan menceritakan tentang kegiatan yang saya lakukan selama di kota Madinatul Munawaroh,

Pada Kloter SOC 35 untuk kabupaten Banjarnegara yang dibagi menjadi 7 rombongan, keberangkatannya dilaksanakan pada Ahad malam (Senin pagi) tanggal 23 September 2013 sekitar jam 2.00 WIB. Setelah mabit di Asrama Haji Donohudan Surakarta, keberangkatan menuju ke Kerajaan Saudi Arabia menggunakan Pesawat Garuda pada hari Selasa jam 09.00 WIB pagi dan alhamdulillah sampai di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah Arab Saudi sekitar jam 15.00 waktu Arab Saudi (WAS).

di depan maktab

Di Depan Maktab di Madinah

Alhamdulillah setelah menempuh perjalanan sekitar 5 sampai 6 jam dari Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah menuju Madinah dengan menggunakan transport kendaraan darat yaitu bus, rombongan sampai di pondokan (maktab) di Madinah pada hari Selasa, 24 September 2013 sekitar jam 22.00 WAS, kemudian istirahat untuk bersiap sholat Arba’in yang di mulai pada sholat subuh.

Kegiatan Sholat Arba’in (sholat fardhu 40 waktu) di Masjid Nabawi dilakukan mulai pada sholat subuh pada hari rabu, 25 September 2013 selama 8 hari yaitu sampai hari rabu berikutnya, 2 Oktober 2013 pada sholat Isya, tapi kebanyakan jamaah ada yang melakukan sampai hari kamis pada sholat shubuh, karena keberangkatan untuk memulai Umroh dilakukan pada hari kamis sekitar jam 07.00 WAS dengan sudah menggunakan pakaian ihrom dari maktab yang didahului dengan mandi wajib dan membersihkan badan dari berbagai kotoran, kemudian mengambil Miqot makani di Masjid Dzhul Hulaifah atau lebih dikenal dengan nama Masjid Biir ‘Ali yang jaraknya sekitar 15 km dari Masjid Nabawi untuk melaksanakan  sholat 2 rokaat kemudian  niat umroh.

Di Depan Mihrab Nabi komplek Raudhoh

Di Depan Mihrab Nabi komplek Raudhoh

Disela-sela kegiatan yang di

lakukan di kota Madinatul Munawaroh selain mendirikankan sholat Arba’in juga berziarah mengunjungi tempat-tempat  yang disunnahkan jika berkunjung ke kota Madinah, yaitu Roudhoh yang letaknya berada di dalam masjid Nabawi yang tidak pernah sepi dikunjungi oleh para jamaah dari berbagai penjuru dunia sepanjang waktu selama 24 jam untuk munajat dan memanjatkan doa kepada Alloh SWT sesuai dengan keinginan kita karena merupakan salah satu tempat mustajab untuk berdoa dan beribadah, di sampng area tersebut juga terdapat makam Rosululloh Muhammad SAW dan sahabatnya yaitu Abu Bakar Ash Shidiq r.a serta Farouq Umar Bin Khatab r.a yang berada di samping kiri Roudhoh.

Di sekitar Masjid Nabawi juga terdapat Makam Baqi’, yaitu makam para syuhada dan sahabat Nabi yang lain, jumlahnya sangat banyak termasuk di dalamnya terdapat makam istri-istri Rosululloh seperti Aisyiyah r.a binti Abu Bakar Ash Shidiq r.a, yang letaknya berada di sebelah kiri (timur) Masjid Nabawi.

Makam Hamzah bin Abdul Mutholib, di komplek Bukit Uhud

Makam Hamzah bin Abdul Mutholib, di komplek Bukit Uhud

Selain Raudhoh dan Makam Baqii, tempat yang disunahkan untuk dikunjungi jika berkunjung ke kota Madinah, adalah Masjid Quba dan Jabal (gunung/bukit) Uhud yang jaraknya sekitar 5 km dari Masjid Nabawi. Rombongan kloter 35 SOC mengunjungi tempat tersebut pada hari Jum’at, 27 September 2013.

Masjid Quba merupakan Masjid yang pertama Rosululloh SAW dirikan di kota Madinah, di dalam masjid tersebut para jamaah mendirikan sholat 2 rokaat karena fadhilahnya seperti pahala orang yang menjalankan umroh, sedangkan Jabal (gunung/bukit) Uhud yang merupakan tempat terjadinya perang Uhud antara kaum muslimin dengan kafir Quraish. dimana Hamzah bin Abdul Mutholib yang merupakan paman Rosululloh gugur di medan perang tersebut.

Setelah berziarah ke tempat yang disunahkan tersebut, rombongan juga berziarah ke Masjid Qiblatain yaitu Masjid yang punya dua arah Qiblat dalam sholatnya, yaitu arah Masjidil Aqsho di Palestina sebelum datangnya wahyu tentang arah sholat dan arah Masjidil Haram di Makkah setelah wahyu datang pada Rosululloh, kemudian refresing di kebun dan pasar kurma untuk melihat dan menikmati berbagai jenis kurma termasuk kurma Nabi yang bernama Ajwah.

Tampak Jamaah di Masjid Nabawi dari lantai 2

Tampak Jamaah di Masjid Nabawi dari lantai 2

Halaman Masjid di waktu malam

Halaman Masjid di waktu malam

Itulah sebagian kegiatan yang dilakukan oleh para jamaah haji dan umroh di kota Madinah atau Yatsrib merupakan kota yang sangat penting bagi perkembangan Islam, selain sebagai kota tujuan dari Hijrah Nabi Muhammad SAW karena pada saat itu kota tersebut masyarakatnya lebih kondusif dibanding Makkah, dan kota dimana terdapat Masjid Nabi atau Nabawi, dimana jika seseorang mendirikan sholat di dalam masjid tersebut, Alloh SWT melipat gandakan seribu kali lipat di banding sholat di masjid lain kecuali Masjidil Haram yang dilipat gandakan seratus ribu kali lipat, seperti hadits berikut ini :

Dari Jabir, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173.)

Tempat Parkir Bawah Tanah di bawah komplek Masjid Nabawi

Tempat Parkir Bawah Tanah di bawah komplek Masjid Nabawi

Saat ini kota Madinah menjadi kota modern yang tersusun rapi dengan gedung-gedung yang tingginya hampir sama, bersih dan sangat rapi. Masjid Nabawi yang merupakan ikon kota Madinah merupakan salah satu masjid yang termegah di dunia dan sangat istimewa karena segala keperluan untuk beribadah tersedia dengan baik, mulai dari kamar mandi dan WC, tempat wudlu yang jumlahnya ribuan dan tersebar disekitar masjid dengan susunan yang sangat rapi menyatu dengan parkir mobil yang berada di bawah tanah sampai 2 atau 3 lantai.

Kehangatan saat berbuka puasa di hari senin dan kamis

Kehangatan saat berbuka puasa di hari senin dan kamis

Masjid Nabawi terdiri atas 2 lantai yang sangat modern karena di dalamnya ada kubah yang bisa bergerak untuk sirkulasi udara yang jumlahnya puluhan, dan payung yang berada disekeliling masjid yang akan menutupi halaman masjid pada siang hari yang jumlahnya ratusan, di dalamnya juga hampir semua dinding bangunan, menara  dan lantai menggunakan marmer serta tiang penyangga berbalut marmer yang dihiasi emas murni dan banyak hal lain yang sangat menakjubkan.

Itulah sebagian kegiatan yang dilakukan oleh Jamaah Haji Kloter 35 SOC, di kota Madinah yang merupakan kenangan yang tak akan terlupakan sampai kapanpun, karena selain banyak fadhilah pada tempat-tempat di kota Madinah, juga penduduknya yang sangat ramah, apalagi terhadap para tamu Alloh SWT sehingga menambah kehangatan, ketenangan dan kenyamanan kepada setiap jamaah dalam beribadah dan berziarah.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Posted in Agama | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

SIAPA YANG INGIN KE MASJIDIL HARAM..?

Posted by Aziz Purwanto pada 12 Maret 2014

Suasana setelah shalat Jama'ah di malam hari

Suasana setelah shalat Jama’ah di malam hari

Tulisan ini aku persembahkan dikerenakan rasa kangen akan Kiblat kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh dunia ini, yaitu Masjidil Haram yang di dalamnya ada bangunan kubus yaitu Ka’bah…

Rasa itu setelah membaca tulisan dari Ustadz Yusuf Mansyur dan saat melihat TV pada Chanel Makah Live…

Ya Alloh SWT Rasa rindu selalu kami rasakan akan tempat yang paling Engkau Agungkan yaitu Masjidil Haram…

Ya Alloh SWT mudahkanlah kami agar dapat memenuhi panggilan-Mu, untuk kembali ke tanah Suci, bumi yang Engkau Ridloi yaitu Makatul Mukaromah dan Madinatul Munawaroh…

Jangankan yang belum ke Masjidil Haram, yang sudah ke Masjidil Haram saja kangennya bukan maen.

Bisa melihat Ka’bah yang selama ini jadi kiblat “yang tidak kelihatan”, sekarang tiba-tiba bisa melihat telanjang mata. Yang tidak diizinkan Allah pun bisa memegang, menyentuh, meraba, kiswah Ka’bah.

Bagi yang sudah pernah ke sana, subhaanallaah, mungkin ingat pertama kali momen mulai melihat menara masjidil haram dari kejauhan, saat memasuki kota Makkah.
Bermandikan cahaya!

Rata2 jamaah umrah, memasuki Makkah, malam hari, dini hari, atau jelang shubuh. “Bapak Ibu, Dhuyuufurrohmaan, lihat, Masjidil Haram sudah kelihatan…”, begitu kata muthowwif, pembimbing, di bus.

Sebagian jamaah yang tertidur, langsung melek. Sebagiannya berdiri, kemudian bertasbih, bertalbiyah, bershalawat, dan sebagian besarnya akan menangis. Ga nyangka, sudah nyampe Mekkah. Nyampe juga bakalannya ke Masjidil Haram.

Sejurus kemudian, dalam keadaan berpakaian ihram, pintu Masjidil Haram sudah di depan mata. Warna keramik, lalu lalangnya jamaah umrah, karpet masjidil haram, ornamen-ornamennya, masih bisa kita ingat dengan jelas.

Dan kemudian setelah memasuki Masjidil Haram, kita melewati deretan galon air zam-zam. Subhaanallaah… Di tengah Masjidil Haram, Ka’bah berdiri dengan sejuta pesonanya. Kiswah hitam menyelubungi Ka’bah. Berdegup jantung memandangnya.

Terdengar kemudian muthowwif mengucapkan doa ketika melihat Ka’bah, yang bagian sebagian orang doa itu makin membuat air mata tambah berlinang.

Buat jamaah yang belum pernah melihat Ka’bah, masuk kota Suci Makkah, maasyaaAllah, baca atau dengar cerita seperti ini, ikut merinding. Ikut netesin air mata.
Kangeeeeeeeeeennnn pengen ke sana.

Labbaikallaahumma labbaik… Labbaikka laa syariika laka labbaik… Innalhamda, wanni’mata laka wal mulk. Laa syariika lak.

Lautan manusia mengucapkan kalimat talbiyah ini.
Allahu akbar!

Di halaman Masjidil Haram dekat pintu King Abdul Aziz

Di halaman Masjidil Haram dekat pintu King Abdul Aziz

Saya doain semoga Saudara semua bisa ikut tawaf. Merasakan berdoa di Multazam. Bisa menyentuh dan mencium hajar aswad. Bisa berdoa di deket Maqom Ibrohim, dan di tempat-tempat mustajabah.

Perbanyaklah berdoa, bersedekah, dan mintalah sama Allah dimudahkan bisa ke sana, apalagi bisa berhaji, menyempurnakan Rukun Islam kelima, bukan hanya untuk umrah.

Yang sudah pernah ke sana, saya doakan bisa ke sana, khususnya di waktu-waktu Ramadhan.
Bisa tarawih, tahajjud, witir, di Masjidil Haram !
Subhaanallaah. Aamiinn…

Posted in Agama | Dengan kaitkata: , , , , | 4 Comments »

UJIAN ALLAH SWT BAGI MANUSIA

Posted by Aziz Purwanto pada 1 Maret 2014

background-6.jpgDalam menghadapi kehidupan di dunia ini, manusia selalu berhadapan dengan dua keadaan silih berganti. Suatu saat merasakan suka, saat lain merasakan duka. Pada saat bahagia, terkadang manusia menjadi lupa. Sebaliknya, saat duka mendera, seringkali manusia berkeluh kesah.

Bagi hamba Allah Swt yang beriman, hidup adalah ujian. Selama hidup, selama itulah kita diuji Allah Swt. “Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.  Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.” (QS Al-Mulk [67]: 2).

Minimal ada tujuh ujian hidup yang wajib kita ketahui. Insya Allah, Allah Swt luruskan dari ujian-ujian-Nya, sehingga meraih gelar shobirin dan mujahidin. “Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu, dan akan Kami uji perihal kamu.” (QS Muhammad [47]: 31).

Pertama, ujian berupa perintah Allah, seperti Nabi Ibrahim diperintahkan Allah Swt menyembelih putra tercintanya bernama Ismail.

Kedua, ujian larangan Allah Swt, seperti larangan berzina, korupsi, membunuh, merampok, mencuri, sogok-menyogok, dan segala kemaksiatan serta kezaliman.

Ketiga, ujian berupa musibah. “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS Al-Baqarah [2]: 155).

Keempat, ujian nikmat, sebagaimana Allah Swt jelaskan dalam surat Al-Kahfi ayat 7.“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami uji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.”

Kelima, ujian dari orang zalim buat kita, baik kafirun (orang yang tidak beragama Islam), musyrikun (menyekutukan Allah Swt), munafiqun, jahilun (bodoh), fasiqun (menentang syariat Allah), maupu hasidun (dengki, iri hati).

Keenam, ujian keluarga, suami, istri, dan anak. Keluarga yang kita cintai bisa menjadi musuh kita karena kedurhakaanya kepada Allah Swt.

Ketujuh, ujian lingkungan, tetangga, pergaulan, tempat dan suasana kerja, termasuk sistem pemerintahan/negara.

Subhanallah, Allah Swt amat sayang kepada kita. Allah Swt tunjukkan cara menjawab ujian itu semua. “Dan minta pertolonganlah kamu dengan kesabaran dan dengan shalat, dan sesungguhnya shalat sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk tunduk jiwanya.” (QS Al-Baqarah [2]: 48). Semoga kita dijadikan Allah Swt, hamba-Nya yang lulus dari ujian. Aamiin.

Posted in Agama, Muhasabah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Perjalanan Ibadah Haji Tahun 2013 (Bagian 1)

Posted by Aziz Purwanto pada 20 November 2013

Kebahagiaan Awal Begitu Terasa

Assalamu’ alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

ka'bah saat ini

Keadaan Masjidil Haram saat ini (tahun 2013)

Izinkanlah pada kesempatan kali ini saya berhasrat membuat tulisan tentang Perjalanan Ibadah Haji pada tahun 2013 Masehi (1434 Hijriyah), sebagai sarana untuk bertukar pengalaman dan memori untuk dikenang anak cucu pada masa yang akan datang. Perjalanan ibadah yang bisa saya lakukan pada tahun 2013 ini mulanya termotivasi saat saya sering berkunjung ke tempat saudara atau kerabat yang akan menunaikan ibadah haji. Waktu itu dalam benak saya sering berkata, “Bisakah saya seperti mereka untuk menunaikan ibadah haji?” Padahal saya hanya seorang pendidik, yang notabene mempunyai penghasilan yang pada saat itu tergolong biasa saja.

Gejolak hati semakin kuat untuk bisa menunaikan ibadah haji manakala melihat saudara saya melakukan hal yang serupa, yaitu bisa berangkat bersama suami atau istrinya. Setiap ada kesempatan untuk bermunajat kepada Alloh SWT,  saya selalu berdoa agar dimudahkan dan diberikan jalan keluar supaya bisa secepatnya menyusul seperti mereka. Itulah sebagian kisah awal mula saya bisa menunaikan Ibadah Haji tahun 2013 dan insyaalloh tulisan ini akan saya tampilkan menjadi beberapa bagian. Hal ini untuk mempermudah penyampaian dan juga dalam menggali kenangan, di antaranya saat awal keberangkatan, kegiatan saat di Madinah, saat prosesi haji di Armina (Arofah, Mina dan Mudzalifah), dan beberapa yang lainnya.

Awal Keberangkatan

Awal mula saya merencanakan untuk melangkahkan kaki menunaikan Ibadah Haji memenuhi panggilan Illahi Rabbi bersama istri adalah pada saat bunda saya Hj. Sugati (alm) membagi-bagikan uang setelah beliau purna tugas dari Pegawai Negari Sipil tahun 2009. Pada saat itu bunda mendapatkan Tabungan Asuransi Pensiun (Taspen) dari pemerintah. Kami empat bersaudara masing-masing diberi uang Rp. 1.500.000,-  pada saat lebaran di bulan Sepetember 2009. Dari uang tersebut, saya memutuskan dengan istri untuk membuka Tabungan Haji Indonesia (THI), dan pada tanggal 27  Oktober 2009 saya bersama istri membuka dua rekening THI pada Bank Republik Indonesia (BRI) cabang Banjarnegara masing-masing sebesar Rp. 750.000,-. Kemudian tepatnya pada tanggal 14 Januari 2010, alhamdulillah atas rizqi Alloh SWT kami dapat melunasinya untuk mendapat porsi haji setelah saya dan istri mengumpulkan dana dari Profesi Guru sampai akhir Desember 2009 dengan masing-masing THI sebesar Rp. 20.000.000,- .

pamitan

Berpamitan dengan sanak kerabat dan tetangga

Pada porsi haji dari Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut, kami masuk daftar untuk menunaikan Ibadah Haji pada tahun 2013. Alhamdulillah kami panjatkan pada Alloh SWT karena kami hanya menunggu waktu selama 3 tahun, karena untuk saat ini tahun 2013 yang melunasi untuk mendapat porsi haji khususnya untuk kabupaten Banjarnegara harus menunggu waktu sampai 13 tahun lamanya. Setelah melalui waiting list (masa tunggu) kami juga sempat merasa was-was karena ada berita dari Kerajaan Saudi Arabia, bahwa untuk keberangkatan haji tahun 2013 ada pemotongan kuota 20% setiap negara, karena adanya renovasi besar-besaran di komplek Masjidil Haram.

Setelah menunggu ketidakpastian akhirnya bahagia dan haru kami rasakan saat kami menerima surat dari Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara untuk melunasi Biaya Ongkos Naik Haji (ONH) yang berarti kami bukan termasuk calon jamaah yang ditunda keberangkatannya, karena akibat pemotongan kuota tersebut pada kabupaten Banjarnegara ada 88 calon jamaah yang harus ditunda keberangkatannya untuk tunaikan Ibadah hajinya pada tahun 2014.

Untuk tahun 2013 biaya ONH yang harus dilunasi  adalah 3.542 US Dollar atau Rp. 34.924.120,- karena kurs Dollar saat itu adalah Rp. 9.860,-. Akhirnya kekurangan dana ONH tersebut baru dapat kami lunasi pada tanggal 30 Mei 2013 dengan masing-masing tabungan adalah Rp. 14.924.120,-.  Terimaksih (alm) bundaku kami haturkan, atas doa dan spirit pada kami, alhamdulillah dengan doa dari bunda kami beserta istri bisa memenuhi panggilan Ilahi Rabbi ke tanah suci dapat terwujud, kami tak akan lupa sampai kapanpun,  semoga amal dan perbuatan beliau semasa masih hidup Alloh SWT gantikan pahala sebagai bekal untuk menghadap-Mu di alam baqa’. Amin…

di depan pendopo

Bersama istri, dua anak perempuan, Bapak, dan Mbakyu di depan Pendopo Kabupaten Banjarnegara

Pada kabupaten Banjarnegara tempat kami mendaftar, jumlah calon jamaah hajinya terbagi dalam 3 kelompok terbang (kloter) embarkasi Surakarta/Solo (SOC) yaitu kloter SOC 33 jumlahnya 12 calon jamaah bergabung dengan kabupaten Purbalingga, kloter SOC 34 jumlahnya kurang lebih 370 calon jamaah semuanya berasal dari kabupaten Banjarnegara dan kloter SOC 35 jumlahnya 280 calon jamaah dari kabupaten Banjarnegara serta 90 calon jamaah berasal dari kabupten Jepara.

Kami masuk dalam daftar kloter SOC 35 yang merupakan kloter kedua dari akhir untuk gelombang I, yang menuju kota Madinatul Munawaroh terlebih dahulu baru setelah umrah menuju ke kota Makkah Al Mukaromah, terdiri atas jamaah yang berasal dari kabupaten Banjarnegara dan kabupaten Jepara yang total jumlahnya adalah 280 jamaah. Dari jumlah tersebut dibagi menjadi 9 jamaah sebagai petugas haji yang meliputi 1 jamaah sebagai Tim Pemandu Haji Indonesia  (TPHI/ketua Kloter), yaitu Muh. Sidiq bin Chawali, MA (guru MAN 2 Banjarnegara), 1 jamaah sebagai Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), yaitu H. Mas’udan Asyari bin Mustahal, dan 1 jamaah sebagai Amirul hajj (merangkap sebagai TPHD), yaitu Saeful Muzad. Adapun 4 Jamaah Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), yaitu Syaiful Muzad, Thahjono Harijadi, 2 orang dari kabupaten Jepara, dan 3 jamaah sebagai Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), yang masing-masing Dr. Nurhati Febriani, Bambang Syambodo dan  Mas Totok yang dari kabupaten Jepara, sedangkan sisanya merupakan jamaah haji biasa. Dari total jumlah jamaah tersebut terbagi atas 9 rombongan dengan tiap rombongan terdiri atas 4 regu dan tiap regu terdiri atas 10 jamaah termasuk ketua regu (Karu), termasuk saya yang diamanti untuk menjadi ketua regu 3 rombongan I.

Pada Kloter SOC 35 untuk kabupaten Banjarnegara yang dibagi menjadi 7 rombongan, keberangkatannya dilaksanakan pada Ahad malam (Senin pagi) tanggal 23 September 2013 sekitar jam 2.00 WIB dini hari dengan menggunakan 7 Bis menujua asrama haji Donohudan Surakarta, sampai di asrama haji Donohudan Surakarta sekitar jam 09.00 WIB pagi.Setelah menginap satu malam di asrama Donohudan barulah diberangkatkan menuju ke Kerajaan Saudi Arabia menggunakan Pesawat Garuda pada hari Selasa jam 09.00 WIB pagi dan alhamdulillah sampai di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah Arab Saudi sekitar jam 15.00 waktu Arab Saudi (WAS).

di bandara KAA

Bersama istri di Bandara King Abdul Aziz

Setelah hampir 2 jam lamanya pengurusan pasport dan lain-lain dilakukan di bandara, kemudian seluruh calon jamaah haji diberangkatkan menuju ke Madinatul Munawaroh untuk melaksanakan sholat Arba’in, ziarah di Madinah dan umrah terlebih dahulu karena mengambil haji tammatu’. Alhamdulillah sampai di pondokan (maktab) di Madinah pada hari Selasa, 24 September 2013 sekitar jam 22.00 WAS, kemudian istirahat untuk bersiap sholat Arba’in yang di mulai pada sholat subuh. Inilah awal kebahagiaan kami yang bisa kami ungkapkan setelah 3 tahun lamanya kami menunggu untuk menjemput panggilan-Mu ya Alloh.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ

Kami penuhi panggilan-Mu ya Alloh, alhamdulillah kedatangan kami ke tanah suci untuk memenuhi panggilan-Mu, semoga Engkau terima kami dengan baik, dan pulangkanlah kami dari ibadah haji tahun ini dengan baik pula, Engkau berikan predikat hajji dan hajjah yang Mabrur.

Amiin ya Robbal ‘alamiiinn….*)

Posted in Agama | Dengan kaitkata: , , , | 7 Comments »

Marhaban Ya Ramadhan 1434 H

Posted by Aziz Purwanto pada 9 Juli 2013

wpid-img_20130709_1020031Marhaban ya Ramadhan.  Alhamdulillah, kita dipertemukan lagi dan diizinkan Allah SWT untuk berjumpa dengan Ramadhan.  Tidak semua orang diberi umur panjang, kesehatan, dan hidayah untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan.

Ibarat perjalanan panjang, maka perlu persiapan dan bekal.

Berikut ini kita bicara sedikit tentang 3 (tiga) persiapan, yaitu persiapan niat, doa, dan ilmu.

1. Persiapan segala persiapan adalah niat. Karena itu, niatkan puasa ini hanya karena Allah SWT. Hanya untuk Allah SWT. Bukan untuk diet, bukan untuk penghargaan manusia, bukan untuk dipuji manusia.
Murni karena Allah SWT (lillahi). Tapi, masih sangat boleh meminta ampunan-Nya, rahmat-Nya, minta dinaikkan derajat, minta tetesan kemuliaan dari-Nya.

Saya pribadi membedakan antara niat dan doa. Niat benar-benar urusannya ke atas (kepada Allah SWT). Tidak ada urusan dengan manusia, yang bila ada orang, jadi bagus amal kita, lalu bila tidak ada orang, amal kita jadi payah.
Berpuasa juga bukan ingin disebut sudah bertobat, sudah jadi orang saleh, kuat berpuasa. Puasa hanya ingin dilihat Allah SWT saja, pengen dihargai Allah SWT saja.

2. Persiapan berikutnya, persiapan doa. Tidak ada orang yang bisa berbuat baik, kecuali Allah SWT,  izinkan berbuat baik. Karena itu, perbanyaklah meminta bimbingan dan pertolongan Allah SWT.
Minta puasanya dikuatkan dari segala godaan, baik godaan makanan minuman, hawa nafsu, dosa, maupun maksiat. Minta sama Allah SWT diterima puasanya. Minta sama Allah SWT agar puasanya dibaguskan dan seterusnya.

ramadan2_1152Doakan juga keluarga, kawan-kawan, dan segenap kaum Muslimin dan Muslimat yang sama-sama menjalankan ibadah puasa. Kemudahan berpuasa dan kebagusannya milik Allah SWT. Kita perbanyak meminta sama Allah SWT.

3. Persiapan berikutnya yang seharusnya dari jauh-jauh hari kita lakukan adalah persiapan ilmu. Puasa Ramadhan adalah puasa yang bakal datang setiap tahun, terus-menerus, sampai nanti Allah SWT putuskan kiamat datang.

Kita yang diberi panjang umur, tentu akan bertemu dan bertemu lagi dengan puasa. Seharusnya, kita tambahkan ilmu tentang puasa ini sebagai persiapan bilamana ia datang. Tidak ada kata terlambat. Ini masih pada awal-awal puasa.

Kejar ilmu tentang puasa. Banyak bertanya ke guru-guru, banyak membaca buku-buku tentang puasa, banyak mendengar majelis-majelis yang membahas tentang puasa.

Ilmu olahraga yang sesuai untuk orang yang berpuasa yang disesuaikan juga dengan umur dan keadaan. Semua ini ilmu. Dan, menuntut ilmu itu, masya Allah, pahalanya banyak sekali. Apalagi, pada bulan puasa.

Tambahkan pula dengan ilmu-ilmu lain yang bisa dipelajari sebagai ibadah tambahan pada bulan puasa. Sehingga, bulan puasa berlalu, bertambah juga ilmu buat kita. Amin.

Bersumber dari JoinSyariah Bisnis e-Miracle cs@joinsyariah.com oleh Ustadz Yusuf Mansur

Posted in Agama | Dengan kaitkata: , , , , | 13 Comments »

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.979 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: